Balekambang-16/5/2016, “Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang mendapatkan kunjungan silaturahim dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah Salatiga. Rombongan datang pukul 9.00 WIB dengan membawa armada tujuh bus dengan jumlah santri 345 dan 22 ustadz/ustadzah.
Gus Ali Sibro Malisi selaku wakil dari pondok pesantren mengucapkan banyak terima kasih kepada ponpes Tarbiyatul Islam Al-Falah salatiga. “Sugeng rawuh, ahlan wasahlan bihudzurikum kepada ustadz/ustadzah serta para santri, terima kasih semoga kunjungan silaturahim ini memberikan manfaat besar bagi kita semua serta mempererat tali persaudaraan. Amin”.
Tujuan dari silaturahim ini adalah ingin mengadopsi sistem dari pesantren Balekambang, “kita ingin mengadopsi sistem yang ada pada pondok ini, sistem yang ada bagi kami sangat bagus sekali untuk nantinya kita terapkan di Al-Falah, mulai dari kedisiplinan, kebersihan dan juga penanaman karakter bagi para santri” ungkap pengasuh ponpes Al-Falah Salatiga KH. Mas’ud.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiyah dan tanya jawab. Ust. Miftahudin, S.Ag. M.M. menyampaikan pendidikan yang sejati adalah pendidikan pesantren. Karena pendidikan di pesantren bukan untuk menjadikan santri atau alumnus menjadi apa dan siapa. Berbeda dengan pendidikan umum, ketika kita masuk kedalamnya pasti yang kita cari adalah untuk kerja. Itulah bedanya pendidikan pesantren dan umum.
Selain beliau, Ust. Kharor Abdillah lebih banyak menceritakan soal asal usul berdirinya pesantren Balekambang. “Pondok ini merupakan pondok pesantren tertua di Jepara. Pondok yang sudah berusia satu abad lebih ini didirikan oleh Hadrotus Syehk Simbah Hasbullah pada tahun 1884 M. Pada saat itu sistem pembelajaran yang ada menggunakan sistem sorogan dan bandongan. Setelah beliau wafat kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh putra beliau, Simbah KH. Abdullah Handziq yang kemudian sekarang diasuh oleh KH. M. Ma’mun Abdullah. Beliau merupakan putra dari Simbah KH. Abdullah Handziq.” Ungkap ust. Gaul pemilik akun FB Kanjeng Rama ini.
Saat ini sistem pendidikan yang ada pada Pondok Balekambang (sebutan untuk pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin) sudah mulai berubah, pesantren yang dulunya menggunakan sistem sorogan dan bandongan, saat ini sistem tersebut telah dirubah menjadi klasikal.
Setelah selesai mendengarkan pemaparan dari beliau, dua santri dari Al-Falah langsung mengacungkan tangan dan bertanya, “Apakah pondok pesantren ini pondok pesantren modern?” tanya seorang santri putra.
“Bukan, sistem pondok ini adalah pondok salafiyah, tetapi pendidikannya yang modern” jawabnya.
“Apakah jilbab yang kita pakai ini sudah syar’i apa belum? tanya seorang santri putri.
“Ketika kalian ditanya orang, lho kalian kan Orang NU mengapa tidak memakai cadar ? Jawab saja jilbab saya kan sudah syar’i, sudah menutup aurot. Gitu aja kok repot” pungkasnya. (BBQ)