Bangsa Indonesia Harus Aktif Menulis Sejarah

Kegiatan Pondok

JEPARA, suaramerdeka.com – Seiring dengan meningkatkan intelektualitas bangsa ini, tetapi dalam hal aspek sejarah, generasi bangsa ini masih perlu meningkatkan kesadaran untuk  menulis sejarah. Demikian dikatakan penulis buku best seller Atlas Wali songo, KH Agus Sunyoto, di sela-sela seminar kebangsaan “Pesantren Menjaga Tradisi, Merawat NKRI” dalam rangka Harlah ke-135 Pondok pesantren Balekambang Jepara, belum lama ini.

“Contoh nyata dalam ensiklopedia Islam, tidak dicantumkan data para Wali Songo yang benar-benar berjasa terhadap penyebaran pertama masuknya Islam ke Nusantara,” tutur Ketua Lesbumi PBNU itu.

Kiai Agus menambahkan, salah satunya adalah tragedi resolusi Jihad, juga ada sejumlah kalangan akademisi yang meragukan. “Hal itu akibat kurangnya generasai bangsa tempo dulu yang mencatat sejarah,” imbuhnya di hadapan Ratusan peserta dari kalngan Pesantren, akademisi dan ormas se-Jateng.

Ada juga benteng tua di Jepara, yang hingga kini oleh masyarakat dikenal sebagai benteng Portugis dan peninggalan rezim Portugis. Padahal benteng itu buatan orang Jawa, karena memang rezim Portugis tidak pernah berkuasa di Jepara.

Ini berbeda dengan rezim Belanda saat menjajah Indonesia dulu, di mana mereka mewajibkan catatan harian bagi bawahan-bawahannya dari setiap aktivitasnya. Jadi, catatan rezim penjajah itu saat menjajah Indonesia dulu, hingga sekarang masih terdokumentasikan di Leiden.

(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *